TALIABU – Kondisi pembangunan sarana ibadah di Desa Gela, Kabupaten Pulau Taliabu, menuai sejumlah prihatin yang mendalam. Betapa tidak, Desa yang dikenal sebagai salah satu kampung yang melahirkan sejumlah tokoh politik daerah, bahkan hingga menduduki jabatan Bupati, DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi hingga DPR RI, justru masih menghadapi persoalan pembangunan masjid yang hingga kini lebih banyak mengandalkan swadaya masyarakat.
Ironisnya, di tengah semangat pembangunan daerah dan besarnya perhatian pemerintah terhadap berbagai sektor, masyarakat Desa Gela disebut masih harus bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan pembangunan rumah ibadah.
Berdasarkan informasi yang diperoleh SeputarTaliabu.com, salah satu masjid di Desa Gela yang sebelumnya sempat dibangun menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.
Bahkan, informasi yang diterima menyebutkan progres pembangunan masjid tersebut masih nihil dan belum terdapat kejelasan mengenai kelanjutan pembangunannya.
“Masjid ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kalau pemerintah sudah pernah menganggarkan, tentu masyarakat berharap pembangunannya dilanjutkan sampai selesai, bukan dibiarkan tanpa kejelasan,” demikian informasi yang diterima SeputarTaliabu.com dari sumber di lapangan.
Desa Gela merupakan kampung politisi yang memiliki posisi cukup menarik dalam peta politik Pulau Taliabu. Desa ini dikenal sebagai daerah asal sejumlah tokoh yang kemudian berkiprah di pemerintahan maupun lembaga legislatif, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga pusat.
Jika fasilitas publik lainnya dapat memperoleh perhatian melalui APBD, masyarakat tentu berharap rumah ibadah juga mendapat perhatian yang sama, terlebih masjid merupakan tempat yang digunakan masyarakat setiap hari untuk menjalankan aktivitas keagamaan.




