Oleh : Tomikal ( Kordinator Daerah KNPI Kabupaten Pulau Taliabu )
TALIABU – Fajar bahkan belum sepenuhnya menyingsing ketika para nelayan di Desa Lede, Kabupaten Pulau Taliabu, mulai meninggalkan rumah mereka. Dalam dinginnya angin laut dan gelapnya pagi, mereka melangkah pelan menuju perahu kecil yang menjadi harapan hidup keluarga mereka.
Di rumah, istri dan anak-anak hanya bisa menatap dengan doa, berharap ayah, suami, atau saudara mereka kembali dengan selamat. Bagi masyarakat pesisir, laut bukan sekadar hamparan air yang luas. Laut adalah kehidupan. Laut adalah tempat menggantungkan harapan. Namun, laut juga menyimpan ancaman yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawa.
Kehidupan nelayan di Desa Lede tidak pernah benar-benar mudah. Mereka harus melawan ombak besar, cuaca yang tidak menentu, hujan deras, dan angin kencang demi mencari ikan.
Semua itu dilakukan bukan untuk menjadi kaya, tetapi hanya agar dapur tetap mengepul dan anak-anak mereka tetap bisa makan serta bersekolah. Sayangnya, perjuangan besar itu sering kali tidak diiringi dengan perhatian yang layak terhadap keselamatan mereka.
Beberapa kecelakaan laut yang dialami nelayan Desa Lede menjadi bukti nyata bahwa para nelayan masih berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Ada perahu yang rusak di tengah laut saat ombak sedang tinggi. Ada nelayan yang hanyut karena cuaca buruk datang secara tiba-tiba. Bahkan ada keluarga yang harus menerima kenyataan pahit karena orang yang mereka cintai tidak pernah kembali dari laut.
Tidak ada tangisan yang lebih menyakitkan selain tangisan seorang istri yang menunggu suaminya pulang, tetapi yang datang justru kabar duka. Tidak ada kesedihan yang lebih dalam selain anak-anak yang kehilangan ayah mereka karena kecelakaan di laut yang sebenarnya bisa dicegah apabila keselamatan nelayan benar-benar diperhatikan.
Ironisnya, hingga hari ini banyak nelayan tradisional di Desa Lede masih melaut dengan peralatan seadanya. Sebagian dari mereka tidak memiliki jaket pelampung, alat komunikasi, lampu darurat, maupun perlengkapan keselamatan lainnya. Perahu-perahu kecil yang digunakan pun sebagian sudah tua dan tidak lagi layak menghadapi ganasnya ombak laut.
Mereka tetap pergi melaut meski sadar bahwa nyawa menjadi taruhan. Sebab bagi nelayan kecil, tidak melaut berarti keluarga tidak makan. Keadaan ini seharusnya membuka mata semua pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu.
Keselamatan nelayan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Nelayan adalah bagian penting dari kehidupan daerah pesisir. Mereka adalah pencari nafkah yang menjaga ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Tanpa mereka, kehidupan pesisir akan kehilangan denyutnya. Pemerintah memang telah menghadirkan berbagai program bantuan untuk nelayan.
Namun pertanyaan yang sering muncul di tengah masyarakat adalah: apakah bantuan itu benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan?
Masih banyak nelayan kecil yang merasa belum mendapatkan perhatian secara adil. Ada bantuan yang dianggap tidak tepat sasaran. Ada pula bantuan yang tidak sesuai dengan kebutuhan utama nelayan di lapangan.
Padahal yang paling mereka butuhkan bukan hanya alat tangkap, tetapi juga jaminan keselamatan ketika menghadapi laut. Apa artinya bantuan jika nelayan masih pergi melaut tanpa perlindungan keselamatan yang memadai?
Sudah saatnya pemerintah lebih serius memperhatikan nasib para nelayan Desa Lede. Bantuan untuk nelayan harus diberikan secara jujur, adil, dan tepat sasaran.
Pemerintah perlu memastikan bahwa nelayan kecil benar-benar merasakan manfaat dari program-program tersebut. Selain itu, perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung, radio komunikasi, alat pendeteksi cuaca, serta mesin perahu yang layak harus menjadi prioritas utama. Pelatihan keselamatan laut juga sangat penting agar nelayan memiliki pengetahuan tentang cara menghadapi keadaan darurat di tengah laut.
Perhatian terhadap nelayan tidak cukup hanya ketika terjadi musibah. Pemerintah harus hadir sebelum kecelakaan terjadi. Keselamatan nelayan harus dijaga sejak awal, karena setiap nyawa nelayan sangat berharga.
Tulisan Ini adalah suara hati masyarakat pesisir yang selama ini hidup di antara rasa takut dan harapan. Takut kehilangan anggota keluarga saat melaut, tetapi tetap berharap ada perhatian nyata dari pemerintah.
Masyarakat Desa Lede tidak meminta kemewahan. Mereka hanya ingin pulang dengan selamat setelah mencari nafkah di laut. Mereka ingin anak-anak mereka tidak lagi menangis karena kehilangan ayah. Mereka ingin para nelayan dihargai bukan hanya saat dibutuhkan hasil lautnya, tetapi juga dijaga keselamatan hidupnya.
Semoga jeritan kecil ini dapat didengar oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu. Sebab di balik luasnya lautan, ada banyak nyawa yang setiap hari dipertaruhkan demi kehidupan. Dan sesungguhnya, keselamatan nelayan bukan hanya tanggung jawab keluarga mereka, tetapi tanggung jawab kita semua.



