TALIABU – Sejumlah persoalan terkait pengelolaan anggaran dan pelaksanaan kegiatan pembangunan di salah satu desa di Kabupaten Pulau Taliabu menjadi sorotan.

Informasi tersebut diperoleh Seputar Taliabu dari seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Sumber menyampaikan adanya sejumlah hal yang dinilai perlu mendapat penjelasan dari pemerintah desa, mulai dari keterbukaan anggaran hingga pelaksanaan beberapa kegiatan pembangunan.

Salah satu persoalan yang disorot yakni mengenai transparansi dan keterbukaan pengelolaan anggaran desa. Sumber mempertanyakan sejauh mana pemerintah desa menyampaikan informasi mengenai penggunaan anggaran kepada masyarakat.

Selain itu, pembangunan air bersih juga disebut belum sepenuhnya tuntas. Menurut sumber, kegiatan air bersih yang menggunakan anggaran tahun 2025 hingga 2026 masih menyisakan persoalan.

Bahkan, terdapat informasi mengenai anggaran sekitar Rp31 juta pada tahun 2026 yang disebut berkaitan dengan kegiatan air bersih, namun pekerjaan tersebut dikabarkan belum selesai.

Sesuai informasi sumber, persoalan lainnya berkaitan dengan program ketahanan pangan. Sumber meminta agar pelaksanaan dan penggunaan anggaran program tersebut turut dibuka secara transparan kepada masyarakat, termasuk bentuk kegiatan, besaran anggaran serta penerima manfaatnya.

Bukan hanya itu, yang juga menjadi perhatian adalah pembangunan jalan rabat beton sepanjang sekitar 200 meter. Sumber menyebut terdapat anggaran yang berkaitan dengan upah pengerjaan sebesar sekitar Rp42 juta. Namun, masyarakat yang disebut terlibat dalam pekerjaan tersebut dikabarkan hanya menerima sekitar Rp30 juta.

Mawan Mawan
Editor
Mawan Mawan
Reporter