TALIABU – Riswan Mahjidin memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dirinya yang disebut mendapat kepercayaan sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu.
Riswan mengaku menghargai kepercayaan dan perhatian yang diberikan oleh jajaran Partai Demokrat. Namun, ia menjelaskan bahwa hingga saat ini dirinya belum menyatakan kesediaan untuk bergabung maupun menjadi bagian dari kepengurusan partai politik manapun.
Klarifikasi tersebut disampaikan Riswan kepada seputartaliabu.com, Kamis (10/9/2026), menyusul pemberitaan sejumlah media online yang menyebut dirinya sebagai Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Lede.
Menurut Riswan, dirinya memang menghadiri agenda syukuran yang digelar jajaran Partai Demokrat di Bobong. Setelah kegiatan tersebut, ia kemudian dipanggil untuk mengikuti agenda penyerahan SK.
Namun, karena dirinya belum memiliki keinginan untuk bergabung dengan partai politik, Riswan memilih untuk tidak melanjutkan agenda tersebut dan kemudian meninggalkan lokasi.
“Hari itu saya memang dipanggil menghadiri syukuran yang dilaksanakan pengurus Partai Demokrat di Bobong. Setelah agenda syukuran, saya kemudian dipanggil untuk agenda penyerahan SK. Karena untuk saat ini saya belum mau berpartai, saya langsung pamit pulang. Setelah itu saya melihat pemberitaan yang menyebut saya sebagai Ketua PAC Demokrat Kecamatan Lede,” ujar Riswan.
Ia pun berharap klarifikasi tersebut dapat dipahami sebagai sikap pribadi dan bukan sebagai bentuk penolakan terhadap hubungan baik yang selama ini terjalin dengan berbagai pihak.
Riswan juga meminta agar namanya tidak dicantumkan dalam struktur kepengurusan Partai Demokrat apabila dirinya belum secara resmi menyatakan kesediaan untuk bergabung.
“Saya menghargai kepercayaan yang diberikan. Hanya saja, untuk saat ini saya belum berminat terlibat dalam kepengurusan partai politik,” jelasnya.
Meski belum berminat masuk dalam struktur partai politik, Riswan menegaskan bahwa hal tersebut tidak berarti dirinya ingin membatasi hubungan silaturahmi dengan siapapun.
Menurutnya, silaturahmi merupakan hal yang penting dan dapat dilakukan dengan siapa saja tanpa harus dibatasi oleh kepentingan maupun posisi politik tertentu.
“Saya tetap ingin bersilaturahmi dengan siapa saja, termasuk dengan teman-teman di Partai Demokrat. Tidak ada persoalan pribadi. Saya hanya ingin untuk saat ini bisa bersilaturahmi dan bergaul secara bebas tanpa terikat dengan kepengurusan partai politik,” tuturnya.
Ia berharap klarifikasi ini tidak dimaknai sebagai bentuk ketidakharmonisan, melainkan sebagai penjelasan mengenai posisi dirinya saat ini.





