TALIABU – SPBU Bobong menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah ibu kota Kabupaten Pulau Taliabu, khususnya dalam menghadapi potensi kelangkaan pasokan.

Admin SPBU Kompak Bobong, Jenli Halean mengatakan pihaknya setiap kali melakukan pemesanan diwajibkan untuk pembelian Pertamax sebanyak 10 hingga 15 ton.

Selain wajib, pemesanan tersebut juga dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kendala dalam distribusi BBM, sehingga ketersediaan Pertamax di SPBU tetap dapat terjaga.

Sebagai informasi, SPBU Bobong telah menerima pasokan sebanyak 70 ton pertalite. Dari jumlah tersebut, sekitar 13 ton telah habis terjual hanya dalam enam hari penjualan.

“Pertalite 70 ton, dalam enam hari penjualan sekitar 13 ton habis terjual. Kalau dengan kondisi penjualan seperti ini, kurang lebih hampir satu bulan 70 ton bisa habis,” kata Jenli.

Menjawab pertanyaan masyarakat soal penjualan yamg masih dilakukan secara manual, Jenli, menyampaikan bahwa pelayanan pengisian BBM saat ini masih menunggu perbaikan nozel. Teknisi dijadwalkan datang untuk melakukan perbaikan agar proses penjualan BBM dapat kembali dilakukan menggunakan nozel.

“Kami berharap minggu ini teknisi sudah datang, sehingga penjualan juga bisa dilakukan menggunakan nozel,” ujarnya.

Pihak SPBU Bobong berharap perbaikan tersebut dapat segera dilakukan sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih optimal, sekaligus mendukung kelancaran distribusi BBM di wilayah Pulau Taliabu.

Mawan Mawan
Editor
Mawan Mawan
Reporter