TALIABU – Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, diguncang dua peristiwa tragis yang terjadi dalam satu hari, Selasa (23/6/2026). Insiden mengerikan ini sontak menghebohkan warga dan menjadi viral di media sosial maupun grup percakapan masyarakat.
Peristiwa pertama adalah tragedi yang menimpa seorang petani yang diduga menjadi korban serangan hewan buas berupa ular piton. Kejadian tersebut menimbulkan kepanikan di kalangan warga, khususnya masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di kebun.
Sementara itu, peristiwa kedua yang tak kalah menggemparkan adalah kasus pembunuhan berdarah di Desa Talo, Kecamatan Taliabu Barat yang merenggut nyawa seorang warga bernama Anton Labunga alias Antoge.
Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka tebas serius di bagian leher setelah diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIT dan diduga dilakukan oleh pelaku berinisial IF (51), seorang petani yang juga warga Desa Talo.
Kapolres Pulau Taliabu, AKBP Adnan Wahyu Kashogi, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pelaku telah menyerahkan diri dan saat ini diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Pelaku sudah menyerahkan diri dan saat ini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kami juga telah melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan pihak medis untuk kepentingan penyidikan,” ujarnya.
Berdasarkan penyelidikan awal, insiden bermula dari pesta ronggeng yang berlangsung pada dini hari di Desa Talo. Korban dan pelaku diketahui sama-sama berada di lokasi acara.
Dari keterangan pelaku, korban datang dalam kondisi dipengaruhi minuman keras sambil membawa badik dan membuat keributan. Pelaku mengaku sempat menegur korban, namun teguran itu berujung adu mulut hingga saling menantang untuk berkelahi.
Situasi semakin memanas ketika pelaku pulang ke rumah mengambil sebilah parang. Saat kembali dan berhadapan dengan korban, pelaku mengayunkan parang yang mengenai leher kanan korban hingga korban tersungkur dan meninggal dunia di tempat.
Warga sempat meminta bantuan bidan desa untuk memeriksa kondisi korban, namun setelah dicek denyut nadinya, korban dinyatakan telah meninggal dunia akibat luka serius di bagian leher.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bobong untuk menjalani visum sebelum dipulangkan ke rumah duka.
Kapolres menyatakan pihaknya bergerak cepat untuk mencegah konflik lanjutan di tengah masyarakat. Polisi juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa, tokoh agama, dan keluarga korban agar situasi tetap kondusif.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan indikasi bahwa baik korban maupun pelaku sama-sama berada di bawah pengaruh minuman keras dan keduanya membawa senjata tajam saat kejadian.



