TALIABU – SPBU Kompak yang berada di Desa Bapenu, Kabupaten Pulau Taliabu, disebut tidak hanya melayani masyarakat Desa Bapenu, tetapi juga menjangkau warga dari tiga kecamatan di wilayah sekitar.
Hal itu disampaikan Penanggungjawab SPBU Kompak Bapenu, Suriyati, saat memberikan penjelasan terkait distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut.
Menurutnya, SPBU Kompak Bapenu melayani kebutuhan BBM masyarakat dari Kecamatan Taliabu Selatan, termasuk warga dari Kecamatan Tabona dan Taliabu Timur Selatan yang datang untuk melakukan pengisian BBM.
“Bukan hanya masyarakat Desa Bapenu yang dilayani, tetapi juga dari Tobana dan Taltimsel datang mengambil BBM dengan membawa rekomendasi dari desa,” ujar Suriyati saat dihubungi media ini.
Ia menjelaskan, kuota BBM yang diterima SPBU Kompak Bapenu setiap bulan masih terbatas. Dalam satu bulan, SPBU tersebut hanya memperoleh sekitar 30 ton Pertalite dan Pertamax yang jumlahnya kadang berubah-ubah.
“Kuota kami per bulan hanya 30 ton Pertalite dan 5 ton Pertamax kadang juga 10 ton, jadi kami tidak terima setiap bulan itu 40 ton karena selalu berubah,” katanya.
Untuk pelayanan pengisian kendaraan roda dua, pihak SPBU tidak melakukan pembatasan disesuaikan dengan besar tanki pengendara, begitu juga dengan pertamax.
Sementara itu, penjualan menggunakan jerigen lebih diprioritaskan untuk BBM jenis Pertamax. Sedangkan Pertalite hanya dapat dilayani menggunakan jerigen apabila masyarakat membawa rekomendasi resmi dari Dinas.
“Untuk jerigen biasanya Pertamax dan kami layani sesuai dengan kemampuan keuangan masyarakat sedangkan Pertalite harus ada rekomendasi dari Dinas baru bisa dilayani,” jelasnya.
Terkait penggunaan nozzle pengisian BBM, ia mengaku sementara belum dapat digunakan karena keterbatasan pasokan listrik di lokasi SPBU. Sebagai alternatif, pengisian dilakukan menggunakan alat takar atau canting liter yang telah melalui tera resmi.
“Nozzle belum dipakai karena listrik di sana belum memadai. Jadi sementara masih menggunakan canting liter yang sudah ditera,” pungkasnya.



