TALIABU – Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Pulau Taliabu. Saat ini, proses serah terima lokasi kepada penyedia untuk selanjutnya dikerjakan terus dilakukan pada sejumlah desa yang ditetapkan sebagai lokasi KNMP.
Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Pulau Taliabu, Herman A. Musa, S.Pi, menyampaikan masih terdapat beberapa desa yang dalam proses percepatan serah terima kepada pihak penyedia.
“Masih ada lima desa lagi. Besok di Desa Talo dan Desa Kasango. Selanjutnya di Desa Galebo dan Nunu. Untuk KNMP Desa Wayo, kami masih menunggu penyedianya datang,” ungkapnya.
Di Kabupaten Pulau Taliabu sendiri terdapat tujuh desa yang masuk dalam program KNMP. Empat desa diusulkan pada tahun 2025, yakni Desa Jorjoga, Desa Talo, Desa Kasango dan Desa Limbo.
Sementara pada tahun 2026, terdapat tiga desa yang diusulkan, yakni Desa Nunu, Desa Galebo dan Desa Wayo.
Dijelaskan, dari tujuh desa tersebut, enam desa merupakan usulan dari Penyuluh Perikanan yang kemudian dikoordinasikan bersama Dinas Perikanan dan pemerintah desa, terutama untuk memastikan kesiapan lahan sebagai salah satu bagian penting dalam pengusulan lokasi KNMP.
“Enam desa KNMP di Taliabu kami, penyuluh perikanan, yang mengusulkan untuk menjadi KNMP. Kami berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan pemerintah desa untuk memastikan kesiapan lahan. Alhamdulillah, di akhir tahun 2026 semua enam desa lolos dan siap dibangun tahun ini,” jelasnya.
Sedangkan satu desa lainnya, yakni Desa Wayo, diusulkan langsung oleh Dinas Perikanan pada tahun 2026.
Selain memastikan proses pembangunan berjalan, para Penyuluh Perikanan juga ditugaskan untuk melakukan pendampingan secara berkelanjutan di desa-desa lokasi KNMP.
Pendampingan tersebut tidak hanya dilakukan pada tahap pembangunan fisik, tetapi juga dilanjutkan dengan pembinaan masyarakat nelayan setelah pembangunan selesai.
Penyuluh Perikanan akan mendampingi masyarakat melalui berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), akses pasar, pembentukan kelompok-kelompok perikanan, akses perizinan hingga berbagai program pemberdayaan lainnya.
“Kami penyuluh perikanan ditugaskan di desa-desa KNMP untuk mengawal semua aktivitasnya, mulai dari pembangunan hingga selesai, kemudian pembinaan masyarakat nelayan, pelatihan, serta beberapa program seperti IPTEK, akses pasar, pembentukan kelompok perikanan, akses perizinan dan lainnya,” katanya.
Menurutnya, pendampingan tersebut penting untuk memastikan masyarakat nelayan tidak hanya memperoleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan fasilitas yang dapat menunjang peningkatan aktivitas serta kesejahteraan mereka.
Ia menegaskan, keberhasilan program KNMP membutuhkan sinergi dan dukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah desa, penyuluh perikanan maupun masyarakat.
Sinkronisasi antarpihak dinilai penting agar program nasional tersebut dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan di Kabupaten Pulau Taliabu.
“Tidak terlepas dari sinkronisasi dan kerja sama semua pihak untuk sama-sama mendukung program nasional, salah satunya KNMP, agar nelayan Pulau Taliabu bisa naik kelas dan tingkat kesejahteraan mereka semakin membaik,” pungkasnya.***






