TALIABU – Sekitar 500 karung pupuk organik bantuan pemerintah untuk empat kelompok tani di Kecamatan Taliabu Selatan, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, hingga kini belum disalurkan kepada para penerima.
Ratusan karung pupuk yang diperuntukkan bagi pengembangan tanaman kelapa tersebut dilaporkan masih tertahan di pesisir Desa Maluli selama kurang lebih dua pekan.
Bantuan itu dialokasikan untuk empat kelompok tani yang tersebar di Desa Pencado, Maluli, Sumbong, dan Nggaki. Proses distribusi dilakukan oleh pihak penyedia, yakni CV Victory.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Taliabu, Edi Habibu Ode Temba, mengatakan pihaknya hanya bertugas melakukan pemantauan terhadap penyaluran bantuan tersebut.
“Kalau untuk penyaluran, kita tidak ikut campur. Penyaluran itu langsung dari pihak CV Victory,” kata Edi saat dikonfirmasi, Jumat (6/11/2026).
Menurut Edi, pihak dinas telah berkoordinasi dengan penyedia untuk memastikan jadwal penyaluran pupuk tersebut.
Dari hasil koordinasi, penyedia menyampaikan bahwa distribusi pupuk ke empat desa di Taliabu Selatan baru akan dilakukan setelah penyaluran di sejumlah desa lainnya selesai.
“Alasan mereka, nanti setelah selesai pembagian pupuk di desa lainnya, baru empat desa setempat di selatan ini mereka bagikan,” jelasnya.
Meski demikian, Edi menyebut pihak penyedia telah bergerak menuju wilayah Taliabu Selatan pada Jumat (6/11/2026). Pihaknya pun berharap penyaluran dapat segera direalisasikan sesuai rencana pada Sabtu (7/11/2026).
“Mereka sudah berangkat ini, mungkin besok sudah salurkan,” pungkasnya.
Diketahui, bantuan pupuk organik yang diperuntukkan bagi pertumbuhan tanaman kelapa tersebut memiliki total volume sekitar 300 ton.
Masing-masing kelompok tani disebut mendapatkan alokasi sebanyak 130 karung atau sekitar 6 ton pupuk. (*)




