TALIABU – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu memberikan apresiasi kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pulau Taliabu yang terus mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme tenaga pendidik.
Apresiasi tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pulau Taliabu, Sukrin La Sanya, saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan pelatihan dan sosialisasi yang digelar PGRI Kabupaten Pulau Taliabu.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta Sosialisasi Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
Dalam sambutannya, Sukrin menilai kegiatan yang dilaksanakan PGRI menjadi ruang penting untuk memperkuat kompetensi guru sekaligus menjawab berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
“Pendidikan kita terus bergerak mengikuti perubahan zaman. Guru tidak lagi hanya dituntut untuk menyampaikan materi, tetapi juga harus mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kritis, kreatif, kolaboratif, dan mampu membentuk karakter peserta didik,” demikian isi sambutan yang dibacakan Sukrin.
Menurutnya, pendekatan Deep Learning bukan sekadar perubahan metode mengajar, tetapi merupakan upaya menciptakan proses pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk memahami, mengalami, berpikir, serta mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.
Di sisi lain, Sukrin juga menekankan pentingnya memberikan perlindungan kepada guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Guru, kata dia, harus diberikan ruang untuk berinovasi dengan tetap menjaga kompetensi pedagogik. Dengan demikian, rasa aman dan kepercayaan diri pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran dapat terus dibangun.
“Hal ini sejalan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik sekaligus membangun rasa aman dan percaya diri pendidik dalam melakukan inovasi pembelajaran,” lanjutnya.
PGRI Perkuat Pemahaman Hukum Guru
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Pulau Taliabu, Dahlan Fazir, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi PGRI dengan Pengurus PGRI Provinsi dan Pemerintah Daerah dalam menjawab tantangan yang dihadapi guru di lapangan.
Menurutnya, tugas guru saat ini semakin kompleks sehingga diperlukan pemahaman yang baik mengenai aturan dan perlindungan hukum bagi pendidik maupun tenaga kependidikan.
“Tugas guru saat ini semakin kompleks dan sering dihadapkan pada berbagai permasalahan di lapangan. Melalui sosialisasi ini, kami menghadirkan pemateri dari provinsi untuk memberikan pembekalan agar guru, siswa, maupun orang tua berada dalam posisi yang aman,” ujarnya.
Ia berharap pemahaman terhadap Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 dapat membantu guru menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional tanpa dihantui rasa cemas ketika menghadapi persoalan dalam proses pendidikan.
“Guru diharapkan dapat menjalankan tupoksinya secara ideal tanpa rasa cemas atau takut menghadapi permasalahan hukum,” sambungnya.
Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dan tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi pembelajaran. Kegiatan juga mencakup pelantikan pengurus cabang dan ranting PGRI di delapan kecamatan, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembelajaran mendalam serta sosialisasi aturan perlindungan pendidik dan tenaga kependidikan.
Dahlan mengapresiasi partisipasi seluruh perwakilan delapan cabang PGRI dalam kegiatan tersebut.
Ia menyebut, kegiatan kali ini juga melibatkan seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK, dengan dukungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu sebagai dewan penasihat.
Dari Pelatihan Menuju Ruang Kelas
Mewakili Pemerintah Daerah, Sukrin berharap seluruh materi yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda organisasi maupun kegiatan seremonial.
Menurutnya, hasil pelatihan harus mampu diterjemahkan dalam praktik pembelajaran di sekolah sehingga memberikan dampak langsung kepada peserta didik.
“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan dan seremonial. Apa yang diperoleh hari ini harus dibawa ke ruang kelas, diterapkan di sekolah, dan dirasakan manfaatnya oleh peserta didik,” ujarnya.
Ia juga mengajak Dinas Pendidikan, PGRI, kepala sekolah, guru, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun kolaborasi dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Pulau Taliabu.
“Pendidikan bukan tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, PGRI Kabupaten Pulau Taliabu menegaskan komitmennya untuk terus menjaga soliditas organisasi, menjalankan roda organisasi secara transparan, serta menyatukan seluruh suara guru dalam mendorong kemajuan pendidikan di daerah.
Momentum tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya mendorong guru untuk terus berinovasi, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai hak, kewajiban, serta perlindungan dalam menjalankan profesinya. ***






