TALIABU – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Maluku Utara bersama DP3A-KB Kabupaten Pulau Taliabu menggelar kegiatan Penguatan dan Edukasi Pencegahan Kekerasan serta Pemenuhan Hak Perempuan, yang dirangkaikan dengan kampanye pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KTPA).

Kegiatan yang berlangsung di Bobong pada 11–12 September 2026 tersebut melibatkan berbagai unsur yang memiliki peran dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kampanye tersebut ditandai dengan pernyataan sikap bersama yang dituangkan dalam sebuah baliho dan dibubuhi tanda tangan basah oleh para peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak di Kabupaten Pulau Taliabu.

Dalam pernyataan sikap tersebut, peserta yang terdiri dari unsur pemerintah kabupaten, aparat penegak hukum, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, PKK, majelis taklim, organisasi perempuan, pemuda, pelajar dan unsur masyarakat lainnya menyatakan menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Para peserta juga menyatakan komitmen untuk tidak menormalisasi kekerasan dalam bentuk apa pun.

“Kami berkomitmen mencegah, melindungi korban, dan melaporkan setiap kekerasan yang terjadi,” demikian salah satu poin dalam pernyataan sikap yang ditandatangani bersama.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, DP3A Provinsi Maluku Utara dan DP3A-KB Kabupaten Pulau Taliabu mendorong adanya kolaborasi lintas sektor dalam memberikan edukasi, melakukan pencegahan, memberikan perlindungan terhadap korban, serta memastikan hak-hak perempuan dan anak tetap terpenuhi.

Peserta kegiatan juga menyerukan pentingnya membangun Kabupaten Pulau Taliabu sebagai daerah yang aman, berdaya, dan bebas dari kekerasan.

Mawan Mawan
Editor
Mawan Mawan
Reporter