TALIABU – Kondisi terminal penumpang pelabuhan Bobong yang hingga kini belum terkelola secara optimal mendapat sorotan dari Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Budiman L. Mayabubun.

Budiman mendesak Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu tidak hanya menunggu, tetapi aktif mendorong pemerintah pusat agar segera membentuk Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) di Kabupaten Pulau Taliabu.

Menurutnya, saat ini urusan kepelabuhanan di wilayah Taliabu masih berada dalam kewenangan KUPP Sanana. Kondisi tersebut dinilai perlu dievaluasi mengingat Taliabu merupakan daerah tersendiri dengan aktivitas transportasi laut dan kebutuhan pelayanan kepelabuhanan yang terus berkembang.

“Terminal ini jangan dibiarkan tidak terurus. Kalau memang kewenangannya masih berada di KUPP Sanana, Pemda Taliabu harus aktif mendorong pemerintah pusat agar Taliabu memiliki KUPP sendiri,” tegasnya.

Ia menilai keberadaan KUPP di Taliabu penting untuk memastikan pelayanan dan pengawasan kepelabuhanan dapat dilakukan lebih dekat, cepat dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Budiman juga meminta Pemda segera melakukan komunikasi resmi dengan Kementerian Perhubungan untuk membahas status pengelolaan terminal, kelembagaan kepelabuhanan serta kemungkinan pembentukan KUPP di Taliabu.

“Jangan kita hanya mengeluh terminal tidak terurus. Pemerintah daerah harus mengambil langkah konkret. Dorong pemerintah pusat supaya Taliabu memiliki KUPP sendiri,” ujarnya.

Menurut Budiman, pembentukan KUPP di Taliabu bukan semata soal kelembagaan, tetapi bagian dari upaya memperkuat pelayanan transportasi laut dan konektivitas masyarakat di wilayah kepulauan.

“Kalau Taliabu sudah menjadi kabupaten sendiri, maka pelayanan publik juga harus semakin dekat dengan masyarakat. Salah satunya melalui penguatan kelembagaan kepelabuhanan di Taliabu,” pungkasnya.

Berikut adalah uraian detail mengenai kondisi fisik yang terlihat berdasarkan amatan Seputartaliabu.com

1. Kondisi Atap

Bagian penutup atap (seng/asbes) sebagian besar sudah hilang atau terlepas, meninggalkan kerangka atap yang bolong-bolong langsung menghadap ke langit.

2. Kerangka Kayu Keropos

Terlihat struktur kayu atau penopang bangunan di bagian luar yang sangat berantakan, rapuh, dan tidak terurus. Banyak balok kayu penopang yang mencuat tidak beraturan.

3. Kondisi Dinding

Dinding Kusam dan Berlumut, Permukaan dinding beton luar tampak kotor, kusam, dan ditumbuhi lumut akibat kurangnya perawatan dalam waktu lama.

4. Jendela dan Pintu Rusak

Bagian jendela tampak kosong tanpa kaca (hanya tersisa teralis besi di beberapa bagian), dan beberapa akses pintu atau ventilasi tampak jebol atau ditutup seadanya.

5. Lingkungan

Tanaman liar dan ranting pohon tumbuh subur hingga menutupi sebagian dinding dan kerangka bangunan, menandakan area ini sudah lama tidak dibersihkan atau digunakan. Bukan itu saja, nampak juga material terbengkalai terlihat tumpukan kayu-kayu bekas proyek atau material bangunan yang dibiarkan berserakan di tanah.

Mawan Mawan
Editor
Mawan Mawan
Reporter