TALIABU – Calon Kepala Desa Bobong, Hermawan Rahman mulai memperkenalkan gagasan perubahan dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bobong. Anak dari seorang buruh tani dan pedagang sayur di pasar ini membawa konsep pelayanan administrasi desa yang lebih modern, mudah, dan dekat dengan masyarakat.
Salah satu gagasan yang menjadi perhatiannya adalah menghadirkan pelayanan administrasi desa berbasis digital, sehingga masyarakat dapat mengurus berbagai kebutuhan administrasi dari rumah tanpa harus datang langsung ke Kantor Desa.
Melalui pemanfaatan telepon pintar (smartphone), warga nantinya diharapkan dapat mengajukan permohonan dokumen administrasi, seperti surat keterangan domisili maupun surat keterangan usaha, dengan mengirimkan data diri dan persyaratan yang dibutuhkan melalui layanan digital desa.
Menurutnya, pelayanan publik di tingkat desa harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Apalagi, Bobong merupakan pusat aktivitas pemerintahan dan perekonomian Kabupaten Pulau Taliabu, sehingga sudah saatnya pelayanan desa diarahkan menuju sistem yang lebih praktis dan efisien.
“Ke depan, masyarakat tidak harus selalu datang ke kantor desa hanya untuk mengurus surat keterangan. Cukup melalui handphone dari rumah, warga bisa mengajukan permohonan dengan melengkapi data yang dibutuhkan. Pemerintah desa kemudian memproses dan memverifikasi pengajuan tersebut,” demikian gagasan pelayanan yang ditawarkan Hermawan.
Ia menilai, inovasi tersebut bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjadi upaya memangkas waktu, biaya transportasi, serta mengurangi antrean pelayanan di kantor desa.
Meski demikian, ia menyadari bahwa penerapan pelayanan administrasi berbasis digital membutuhkan persiapan, terutama berkaitan dengan jaringan internet, sarana pendukung, dan kemampuan sumber daya manusia di lingkungan pemerintah desa.
Karena itu, ia berpandangan bahwa program tersebut dapat diterapkan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan keuangan dan fasilitas desa.
Baginya, kemajuan desa tidak selalu harus dimulai dengan pembangunan fisik berskala besar. Perubahan juga dapat dimulai dari hal sederhana, salah satunya memperbaiki kualitas pelayanan yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan latar belakang sebagai seorang jurnalis, ia mengaku ingin membawa semangat keterbukaan informasi, transparansi, dan pelayanan publik ke dalam tata kelola pemerintahan desa.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari upayanya menawarkan wajah baru pelayanan pemerintahan Desa Bobong yang lebih terbuka, responsif, dan tidak mempersulit masyarakat.
Baginya, jabatan kepala desa bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah untuk mengabdi dan memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan yang adil tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi.
“Desa harus hadir memberikan kemudahan bagi masyarakat. Jangan sampai masyarakat justru dipersulit ketika membutuhkan pelayanan dari pemerintahnya sendiri,” menjadi semangat yang ingin dibawanya dalam kompetisi Pilkades Bobong.(*)




