TALIABU – Kabar baik bagi petani kelapa di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Sebanyak 346,6 ton pupuk organik bantuan Kementerian Pertanian tiba di Pelabuhan Bobong, Jumat (9/10/2026). Bantuan ini diproyeksikan mendukung pengembangan perkebunan kelapa seluas 1.050 hektare yang melibatkan 55 kelompok tani.

Kedatangan bantuan tersebut disambut langsung oleh Wakil Bupati Pulau Taliabu, La Ode Yasir, melalui prosesi serah terima secara simbolis di Dermaga Bobong.

Bantuan pupuk organik ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong peningkatan produktivitas perkebunan kelapa yang selama ini menjadi bagian penting dari sumber penghidupan masyarakat di Pulau Taliabu.

Dalam proses penyalurannya, PT Vihtory Grup selaku penyedia bertanggung jawab mendistribusikan pupuk hingga ke kelompok tani penerima manfaat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Taliabu, Atma, SE, MM, menjelaskan bahwa pupuk yang disalurkan merupakan pupuk organik dasar untuk menunjang kebutuhan nutrisi tanaman kelapa.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas perkebunan kelapa milik masyarakat.

Atma mengatakan, distribusi pupuk dari pihak penyedia kepada kelompok tani sudah mulai dilakukan pada hari yang sama dengan kedatangan bantuan di Pelabuhan Bobong.

“Seluruh alur distribusi hingga penerapan di lapangan akan terus dikawal oleh para penyuluh pertanian agar pemanfaatannya tepat sasaran,” ujarnya.

Pengawasan tersebut dinilai penting agar bantuan yang disalurkan benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan tanaman dan petunjuk teknis, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para petani penerima.

Penyaluran Bibit Kelapa Ditunda

Di sisi lain, Atma menjelaskan bahwa penyaluran bantuan bibit kelapa dalam untuk sementara waktu ditunda karena wilayah Pulau Taliabu masih menghadapi musim kemarau.

Langkah tersebut diambil untuk menghindari risiko kerusakan bibit apabila penanaman dilakukan ketika kondisi cuaca belum mendukung pertumbuhan tanaman.

Penundaan ini diharapkan dapat menjaga kualitas bibit agar nantinya dapat ditanam pada waktu yang lebih tepat dan memiliki peluang tumbuh yang lebih baik.

Atma berharap bantuan pupuk organik tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh kelompok tani penerima manfaat untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

“Kami berharap para petani dapat memanfaatkan pupuk organik ini secara maksimal sesuai petunjuk penyuluh, sehingga sektor pertanian dan kesejahteraan para petani di Taliabu dapat semakin berkembang ke depannya,” kata Atma.***

Mawan Mawan
Editor
Mawan Mawan
Reporter