TALIABU – Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Pulau Taliabu, Suratman Baharudin, meminta Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan kepada petani di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, yang menghadapi dampak El Niño serta musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan puluhan ribu tanaman cengkeh, kakao, dan komoditas perkebunan lainnya di sejumlah kecamatan.

 

Suratman Baharudin yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pulau Taliabu itu menyebut, kondisi petani saat ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Selain menghadapi risiko dampak perubahan cuaca, sejumlah petani juga mengalami musibah kebakaran lahan perkebunan yang mengakibatkan kerusakan tanaman produktif.

 

Kebakaran lahan perkebunan tersebut terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Kecamatan Taliabu Barat Laut, Kecamatan Lede, dan Kecamatan Taliabu Utara.

 

Kondisi ini menambah beban masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor perkebunan. Kerusakan tanaman akibat kebakaran berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dalam jangka panjang, terlebih jika tanaman yang terdampak merupakan sumber penghasilan utama keluarga petani.

 

Atas kondisi tersebut, Suratman meminta Kementerian Pertanian memberikan perhatian melalui penyaluran bantuan yang dapat membantu meringankan beban petani terdampak di Pulau Taliabu.

 

Menurutnya, dukungan pemerintah sangat diperlukan, terutama bagi petani yang mengalami kerusakan tanaman dan membutuhkan bantuan untuk memulihkan kembali lahan perkebunan mereka.

 

Koordinasi dengan TMI Provinsi, Aspirasi Petani Dibawa ke Jakarta

 

Sebagai bentuk upaya memperjuangkan kebutuhan petani, Suratman mengungkapkan bahwa koordinasi dengan Ketua Tani Merdeka Indonesia tingkat Provinsi Maluku Utara saat ini sedang dilakukan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Pulau Taliabu kepada pemerintah pusat.

 

Ketua Tani Merdeka Indonesia Provinsi Maluku Utara saat ini telah berada di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Pulau Taliabu, khususnya terkait kondisi petani yang terdampak El Niño dan kebakaran lahan perkebunan.

Langkah koordinasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang komunikasi dengan Kementerian Pertanian agar kondisi yang dihadapi petani di Pulau Taliabu mendapat perhatian dan ditindaklanjuti melalui program bantuan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

 

Suratman berharap upaya penyampaian aspirasi tersebut tidak berhenti pada koordinasi semata, tetapi dapat menghasilkan dukungan nyata bagi para petani yang mengalami kerugian akibat kebakaran perkebunan maupun dampak perubahan cuaca.

 

Ia juga berharap Kementerian Pertanian berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi teknis terkait untuk melakukan pendataan serta mengidentifikasi tingkat kerusakan lahan dan tanaman milik petani.

 

Dengan demikian, bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk kebutuhan sarana produksi, bibit tanaman perkebunan, serta dukungan pemulihan lahan yang terdampak kebakaran.

 

Selain bantuan pemulihan, perhatian terhadap langkah pencegahan kebakaran lahan juga dinilai penting agar kejadian serupa tidak semakin meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat.

 

Sebagai Ketua TMI Pulau Taliabu sekaligus Ketua Komisi II DPRD Pulau Taliabu, Suratman berharap pemerintah pusat tidak hanya memperhatikan dampak El Niño, tetapi juga memberikan perhatian terhadap musibah kebakaran lahan perkebunan yang dialami petani di sejumlah kecamatan.

 

Ia menegaskan bahwa petani membutuhkan perhatian dan dukungan konkret agar dapat kembali mengembangkan usaha perkebunan mereka, mengingat tanaman seperti cengkeh dan kakao membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh dan kembali menghasilkan setelah mengalami kerusakan berat.

 

Melalui koordinasi yang sedang dilakukan bersama TMI Provinsi Maluku Utara, Suratman berharap aspirasi masyarakat Pulau Taliabu dapat sampai kepada pemerintah pusat dan ditindaklanjuti dengan bantuan yang benar-benar menyentuh kebutuhan petani.

 

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu petani bangkit dari dampak bencana, menjaga keberlangsungan usaha perkebunan, serta mempertahankan sumber penghidupan keluarga mereka.

Mawan Mawan
Editor
Mawan Mawan
Reporter