TALIABU – Kapolres Pulau Taliabu, AKBP Adnan Wahyu Kashogi, merespons beredarnya video dugaan pelayanan penyaluran BBM subsidi yang tidak merata di SPBU Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan.

Kapolres menyayangkan apabila informasi dalam video tersebut benar terjadi hingga memicu protes dari masyarakat.

“Saya dari kepolisian berterimakasih atas informasinya, dan menyayangkan ini seharusnya tidak terjadi. SPBU cuma satu, kenapa pihak SPBU terkesan berlaku tidak adil terhadap masyarakat,” ujarnya seperti dilansir dari Tribunternate.com.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolres Pulau Taliabu telah memerintahkan Bhabinkamtibmas Desa setempat untuk melakukan penyelidikan awal.
Selain itu, anggota Resmob Polres Pulau Taliabu juga diperintahkan turun langsung ke lokasi SPBU Desa Bapenu.

“Saya sudah memerintahkan bhabinkamtibmas serta Kasat Reskrim dan jajaran untuk menyelidiki terkait penyaluran BBM tersebut,” tuturnya.

Kapolres juga menanggapi terkait pengisian BBM subsidi ke puluhan jeriken berukuran 20 liter sebagaimana terlihat dalam video yang beredar.
Polisi akan memastikan bahwa jeriken tersebut benar milik warga sekitar dan tidak disalahgunakan untuk diperjualbelikan ke daerah lain.

“Nanti akan diambil keterangan. Apakah galon itu punya masyarakat atau ada indikasi dijual ke daerah lain,” tandasnya.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi 23 detik yang memperlihatkan protes warga terhadap pelayanan SPBU Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan, beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, warga menilai pihak SPBU tidak melakukan penjualan BBM subsidi secara merata kepada masyarakat.

Mawan Mawan
Editor
Mawan Mawan
Reporter