TALIABU – Upaya mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam pemenuhan gizi masyarakat terus digencarkan hingga ke wilayah terpencil. Salah satunya melalui operasional perdana Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Loseng di Kecamatan Taliabu Timur Selatan, Kabupaten Pulau Taliabu.
Peresmian dapur SPPG ini menjadi tonggak penting bagi masyarakat di wilayah tersebut. Pasalnya, dapur ini mampu menjangkau desa-desa terpencil yang hingga kini belum memiliki akses jalan darat, sehingga distribusi bantuan pangan tetap dapat dilakukan secara merata.
Pada tahap awal, Dapur SPPG Loseng menargetkan sebanyak 489 penerima manfaat. Proses distribusi makanan bergizi dilakukan menggunakan transportasi alternatif berupa bodi fiber, mengingat tidak adanya akses jalan darat antar desa. Langkah ini diambil guna memastikan bantuan pemerintah dapat tersalurkan tepat waktu kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa terkecuali.
Kepala SPPG Loseng, M. Rizky Assagaf, S.S., menegaskan bahwa operasional dapur ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam mengatasi tantangan geografis.
“Berjalannya Dapur SPPG Loseng hari ini membuktikan bahwa hambatan geografis bukanlah penghalang dalam memenuhi hak gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Kami berkomitmen mendukung visi Presiden dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia hingga ke pelosok,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, meski wilayah distribusi tidak dapat dijangkau kendaraan darat, tim telah merancang sistem logistik yang efektif agar kualitas dan kesegaran makanan tetap terjaga hingga sampai ke tangan penerima.
Selain fokus pada pemenuhan gizi, program ini turut mendorong pemberdayaan ekonomi lokal. Warga Desa Loseng dilibatkan dalam operasional dapur, sehingga tercipta sinergi antara program pemerintah pusat dan potensi lokal masyarakat.
Dapur SPPG Loseng merupakan bagian dari jaringan nasional yang mendukung program makan bergizi bagi siswa, peserta didik, serta masyarakat rentan. Dengan semangat gotong royong dan efisiensi distribusi, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat, termasuk di wilayah terpencil Pulau Taliabu.



