TALIABU – Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Mislan Syarif, menindaklanjuti keluhan masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu terkait tingginya biaya pengangkutan barang di Pelabuhan Kendari dengan melakukan koordinasi bersama KSOP Kelas II Kendari, Sulawesi Tenggara.
Dalam koordinasi tersebut, Mislan menyampaikan bahwa banyak warga Taliabu mengeluhkan biaya angkut barang yang dibebankan oleh buruh pelabuhan di Kendari. Selain itu, ia juga mengusulkan penambahan armada kapal laut untuk melayani rute Kendari–Taliabu guna meningkatkan akses transportasi bagi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala KSOP Kelas II Kendari, Capt. Rahman, MM, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat bersama Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Kendari.
Dari hasil pertemuan tersebut, pihak TKBM membantah adanya tarif mahal untuk pengangkutan barang milik penumpang menuju kapal. Menurut mereka, biaya angkut selama ini ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pengguna jasa dan tenaga bongkar muat.
“TKBM menyampaikan bahwa tidak ada tarif seperti yang dikeluhkan. Namun jika memang ditemukan praktik tersebut, kami akan segera melakukan perbaikan,” ujar Rahman.
Terkait usulan penambahan armada laut rute Kendari–Taliabu, Rahman mengapresiasi perhatian Mislan Syarif terhadap kebutuhan transportasi masyarakat. Namun, ia menjelaskan bahwa kewenangan penambahan armada atau layanan tol laut bukan berada di bawah KSOP.
“Untuk penambahan armada maupun layanan tol laut merupakan kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara,” jelasnya.
Koordinasi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mencari solusi atas berbagai persoalan transportasi laut yang selama ini dikeluhkan masyarakat Pulau Taliabu, baik terkait biaya pengangkutan barang maupun ketersediaan armada kapal.



