TALIABU – Dugaan pemotongan dana Dacil (Dana Alokasi Khusus/insentif tertentu bagi guru) kembali menjadi sorotan publik. Isu ini disebut sudah berlangsung sejak kepemimpinan kepala dinas (kadis) lama hingga kini memasuki masa kadis baru, namun belum juga menemukan titik terang.
Aliansi Pemuda Peduli Taliabu, Sauti Jamadin angkat bicara terkait polemik tersebut. Ia menilai, jika dugaan praktik pemotongan dana itu benar terjadi dan berlangsung cukup lama, maka patut diduga ada pihak yang mengendalikan atau menjadi “otak” di baliknya.
“Kalau ini terjadi dari kadis lama sampai kadis baru, berarti ada sistem yang berjalan. Tidak mungkin hal seperti ini terjadi tanpa ada yang mengatur. Artinya, ada otak di dinas tersebut,” tegasnya.
Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan secara serius dan transparan. Menurutnya, persoalan ini menyangkut hak para guru yang seharusnya diterima secara utuh tanpa adanya potongan yang tidak jelas dasar hukumnya.
“Ini menyangkut kesejahteraan guru. Jangan sampai mereka yang sudah berjasa mendidik justru dirugikan. Kami minta aparat segera memanggil pihak-pihak terkait dan mengusut tuntas kasus ini,” lanjutnya.
Aliansi ini juga meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera melakukan evaluasi internal di dinas terkait. Jika ditemukan pelanggaran, maka harus diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.
Sebagai informasi, merespon isu yang berkembang tersebut, pihak dinas pendidikan dengan tanggap membentuk tim investigasi reaksi cepat untuk menelusuri kebenaran masalah tersebut.



