TALIABU – Kondisi yang memprihatinkan dirasakan masyarakat di Kecamatan Taliabu Barat Laut. Wilayah tersebut saat ini tengah menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada perkebunan warga, termasuk puluhan ribu tanaman cengkeh yang dilaporkan ikut terbakar.

Di tengah upaya menghadapi kebakaran dan menyelamatkan sisa perkebunan, masyarakat justru harus berhadapan dengan kelangkaan BBM. Bahan bakar yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas warga maupun mendukung penanganan kebakaran semakin sulit diperoleh.

Warga yang hendak mendapatkan BBM terpaksa membeli dari pengecer dengan harga mencapai Rp20.000 per liter. Situasi ini membuat masyarakat berada dalam posisi sulit karena harus mengeluarkan biaya lebih besar, sementara pada saat bersamaan mereka berjibaku menghadapi ancaman kebakaran yang merusak sumber penghidupan.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pulau Taliabu, Karnudin La Kudu, yang juga merupakan tokoh pemuda Taliabu Barat Laut, menyoroti kondisi yang dihadapi masyarakat di wilayah tersebut.

Menurut Karnudin, kelangkaan BBM Subsidi jenis pertalite di tengah musibah karhutla menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian pemerintah dan pihak terkait. Masyarakat tidak hanya menghadapi ancaman kehilangan tanaman perkebunan, tetapi juga kesulitan memperoleh bahan bakar dengan harga yang terjangkau.

Situasi tersebut semakin memberatkan warga yang membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari maupun mobilitas dalam menghadapi kondisi darurat akibat kebakaran.

Karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Taliabu sendiri telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama para petani yang menggantungkan penghasilan dari perkebunan cengkeh. Kerusakan tanaman produktif berpotensi memengaruhi pendapatan keluarga dalam jangka panjang.

Di tengah kondisi tersebut, ketersediaan BBM dengan harga wajar menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Kelangkaan dan lonjakan harga berisiko menambah beban warga yang sedang berjuang menghadapi dampak kebakaran.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah untuk memastikan pasokan BBM kembali tersedia dan distribusinya berjalan lancar, khususnya di wilayah terdampak karhutla.

Selain itu, pengawasan terhadap penjualan BBM eceran juga dinilai penting agar masyarakat tidak semakin terbebani oleh lonjakan harga di tengah situasi sulit yang sedang mereka hadapi.(*)

Mawan Mawan
Editor
Mawan Mawan
Reporter