TALIABU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan ke sejumlah sekolah di Kabupaten Pulau Taliabu belakangan ini menuai sorotan dari masyarakat. Sejumlah pihak menilai makanan yang diterima siswa tidak layak dan tidak sebanding dengan anggaran yang disebut mencapai Rp15.000 per porsi.

 

Menanggapi polemik tersebut, beredar keterangan resmi dalam bentuk infografis yang menjelaskan rincian penggunaan anggaran MBG. Dalam keterangan itu ditegaskan bahwa pagu Rp15.000 per porsi bukan sepenuhnya untuk bahan makanan.

Dijelaskan, dari total Rp15.000 per porsi, alokasi untuk makanan dan gizi berada pada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000. Sasaran program ini meliputi balita, siswa SD hingga SMA, serta ibu hamil dan ibu menyusui.

 

Sementara itu, sebesar Rp3.000 dialokasikan untuk biaya operasional, seperti gaji karyawan, listrik, dan gas. Kemudian Rp2.000 digunakan untuk sewa tempat, peremajaan alat masak, serta fasilitas pendukung lainnya.

 

Dengan demikian, total Rp15.000 terdiri dari Rp8.000–Rp10.000 untuk bahan makanan, Rp3.000 operasional, dan Rp2.000 untuk sewa serta peralatan. Dalam keterangan tersebut juga ditegaskan bahwa “bukan Rp15.000 untuk makanan saja.”

 

Selain menjawab soal komposisi anggaran, infografis itu juga memaparkan dampak ekonomi desa dari program MBG. Di antaranya membuka lapangan pekerjaan tanpa melihat latar belakang pendidikan, menyerap hasil tani dan ternak warga, membangun ekosistem ketahanan pangan nasional, menumbuhkan wirausaha baru, serta memberikan gizi seimbang kepada anak-anak.

 

Mawan Mawan
Editor
Mawan Mawan
Reporter