TALIABU – Memasuki puncak arus mudik lebaran, Pelabuhan Bobong di Kabupaten Pulau Taliabu mulai dipadati oleh ratusan penumpang yang hendak pulang ke kampung halaman. Namun, di tengah antusiasme warga, fasilitas pelabuhan yang dianggap tidak memadai khususnya masalah penerangan menjadi keluhan utama warga.

​Kondisi pelabuhan yang gelap saat malam hari dikeluhkan oleh banyak pemudik karena dianggap membahayakan keselamatan dan memicu tindak kriminal. ​Minim Fasilitas, Keselamatan Terancam

​Sejumlah penumpang yang tiba maupun yang akan berangkat melalui Pelabuhan Bobong menyayangkan minimnya lampu penerangan di area dermaga hingga ruang tunggu.

Menurut pengakuan warga, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama namun belum ada perbaikan signifikan dari pihak terkait.

Bukan hanya itu, area dermaga yang licin dan gelap meningkatkan risiko penumpang terperosok ke laut saat naik atau turun kapal.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, kegelapan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab, membuat penumpang khawatir akan kehilangan barang bawaan.

​Salah satu pemudik, Ardi (34), mengungkapkan kekecewaannya saat ditemui di lokasi pada Jumat malam.

​”Sangat disayangkan, pelabuhan sebesar ini kalau malam gelap sekali. Kita yang bawa keluarga dan barang banyak harus ekstra hati-hati. Takut salah langkah atau barang ada yang hilang karena tidak kelihatan apa-apa,” ujar Ardi.

​Senada dengan Ardi, warga setempat juga berharap pemerintah daerah atau otoritas pelabuhan segera memasang lampu sorot di titik-titik vital dermaga agar aktivitas bongkar muat penumpang maupun barang bisa berjalan lancar dan aman.

​Hingga berita ini dipublish, arus penumpang di Pelabuhan Bobong diprediksi akan terus meningkat hingga 1 minggu kedepan pascah lebaran. Warga mendesak Dinas Perhubungan atau instansi terkait untuk segera mengambil langkah darurat, setidaknya dengan menyediakan penerangan sementara guna menunjang kelancaran arus mudik tahun ini.

Mawan Mawan
Editor
Mawan Mawan
Reporter