TALIABU – Dugaan praktik pemotongan dana Dacil (Dana Terpencil) bagi guru di Kabupaten Pulau Taliabu kembali menjadi perbincangan hangat tak terkecuali di kalangan pemuda. Aparat penegak hukum didesak segera turun tangan untuk mengusut dan menangkap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Ketua Aliansi Pemuda Peduli Taliabu, Sauti Jamadin, dalam pernyataannya menegaskan bahwa praktik pemotongan dana yang seharusnya menjadi hak para guru merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Ia menyebut, jika dugaan ini benar terjadi, maka hal tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang yang merugikan tenaga pendidik.

“Kami mendesak aparat penegak hukum agar segera melakukan penyelidikan secara serius dan transparan. Jika terbukti ada oknum yang melakukan pemotongan dana Dacil guru, maka harus segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa dana tersebut sangat penting untuk menunjang kebutuhan para guru, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan akses dan fasilitas seperti di Pulau Taliabu. Oleh karena itu, segala bentuk penyimpangan harus ditindak tegas demi menjaga kepercayaan publik.

Aliansi Pemuda Peduli Taliabu juga meminta pemerintah daerah untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyaluran dana kepada para guru, guna mencegah praktik serupa terulang di kemudian hari.

“Kami berharap pemerintah daerah turut mengambil langkah tegas, termasuk melakukan pengawasan yang lebih ketat agar hak-hak guru benar-benar tersalurkan dengan baik,” tambahnya.

Baru-baru ini, Kepala Dinas Pendidikan Pulau Taliabu, Damruddin Rahman menegaskan akan menindak tegas oknum-oknum tersebut apabila terbukti.

“Jika terbukti, kami akan menindak oknum-oknum tersebut,” ujarnya.

Menindaklanjuti informasi ini, Damruddin akan membentuk Tim Investigasi reaksi cepat. “Dalam waktu dekat tim investigasi reaksi cepat akan turun cek informasi tersebut,” akunya.

Mawan Mawan
Editor
Mawan Mawan
Reporter