TALIABU – Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Mislan Syarif, melakukan kunjungan pengawasan terhadap dua proyek strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga di Kabupaten Pulau Taliabu.
Dua proyek yang ditinjau tersebut yakni pembangunan Jembatan Air Beringin 2 dan Jembatan Kasango 1. Proyek ini dikerjakan oleh CV. Manunggal Persada dengan nilai kontrak sebesar Rp14.099.219.009.
Dalam keterangannya, Mislan Syarif menegaskan bahwa pelaksanaan proyek harus mengedepankan kepentingan masyarakat, khususnya dalam mendukung akses mobilitas warga.
“Pada prinsipnya, kita tidak perlu saling menyalahkan terkait persoalan hambatan dan rintangan yang ada dilapangan. Yang terpenting adalah bagaimana ke depan proses ini bisa berjalan lancar. Jika ada hal-hal yang perlu dibenahi, termasuk perizinan material, maka itu menjadi tanggung jawab bersama seluruh stakeholder untuk dipatuhi dan diperbaiki,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulau Taliabu.
“Ini menyangkut kepentingan masyarakat, terutama akses mobilitas yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” tambahnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, Mislan menyebut progres pekerjaan saat ini dinilai cukup baik, dengan capaian diperkirakan telah berada di atas 30 persen dan menuju 40 persen. Sejumlah item pekerjaan bahkan telah rampung dan tinggal melanjutkan ke tahap berikutnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait pengadaan dan distribusi material akibat kondisi geografis wilayah yang cukup jauh.
“Kalau ada kendala, kita bisa komunikasikan langsung dengan pihak perusahaan pelaksana agar segera dicarikan solusi. Secara umum, pekerjaan masih berjalan sesuai kontrak, namun persoalan distribusi material perlu menjadi perhatian bersama agar tidak menghambat progres pembangunan,” tutupnya.



